Halaman

Kamis, 19 September 2013

Cinta yang Terlupakan


Bismillahirrahmanirrahim
     Siapa yang tidak kenal dengan cinta, siapa yang tidak pernah merasakan cinta, merasakan bagaimana indahnya mencintai dan indahnya menyayangi, siapa juga yang tidak ingin dicintai dengan penuh kasih-sayang, dan semua insan pasti ingin mendapatkan semua itu, hingga hal itu mendorongnya untuk memulai menjalin kasih diantara dirinya dengan orang yang dicintainya, dia rela mengeluarkan semua yang mungkin bisa dia lakukan demi kekasih yang dia sayangi dan demi cinta yang dia jaga.

Namun, terkadang semua yang dia lakukan demi cintanya berakhir sia-sia, terkadang cinta yang dia rasakan bertepuk sebelah tangan, dan terkadang cinta tersebut berakhir dengan tragis. Sedikit yang cintanya benar-benar menjadikan dia bahagia selama hidupnya, sedikit orang yang merasakan nikmatnya mencintai, sedikit yang dapat merasakan indahnya cinta ketika cinta itu telah terjalin, keabadian cinta yang didambakan tidak ada ubahnya  seperti fatamorgana yang hanya memberikan bayangan air di tengah terik matahari yang menyengat.

Cinta yang indah terkadang terjalin karena perhatian yang sangat dalam, dan terkadang terjalin karena pertemuan yang benar-benar menembus kedalam hati, terkadang juga hadir karena kasih dan sayang yang diberikan seseorang kepadanya dan seterusnya.
Akan tetapi dibalik semua itu ada suatu hal yang dilupakan oleh kebanyakan insan, satu hal yang bersifat pertanyaan tentang ”siapa sebenarnya yang patut dan pantas untuk dicintai?. inilah yang kebanyakan kita melupakannya yaitu meraih cinta yang sesungguhnya, bukan cinta manusia, bukan cinta dunia dan bukan pula cinta dari orang yang dipuja atau cinta dari seorang laki-laki atau wanita.

Insan telah lupa dengan Dzat yg selalu mennyayanginya, yang selalu memperhatikan gerak-gerik langkahnya, yang selalu memenuhi setiap keinginannya, yang menjadikannya masih bisa menhirup udara segar di hari ini dan masih memberikannya penglihatan untuk melihat indahnya dunia ini, kalaulah seandainya itu semua dimiliki oleh seorang insan maka siapapun yang mengenalnya pasti akan mencintainya dengan cinta yang benar-benar tulus, namun dia lupa bahwa semua itu hanya ada pada Allah Ta'ala Rabb-nya, dia merasa bahwa semua ini bukanlah milik siapapun, dia merasa bahwa semua yang dia rasakan ini adalah miliknya.

Inilah yang kita rasakan hingga menjadikan kita lupa dengan Rabb yang selalu mengasihi kita, menyayangi kita, menjaga kita, memberi segala kebutuhan kita, lalu pantaskah Dzat yang Maha Penyayang , yang Maha Kuasa dan yang Maha Memberi, kita jadikan bagi-Nya lawan yang lebih kita cintai dari-Nya, akankah kekasih yang belum tentu menyayangi kita lebih kita cintai dari Zat yang benar-benar menyayingi kita?, kita rela teteskan air mata ketika sang kekasih putus dgn kita, namun air mata ini tak pernah jatuh sedikitpun ketika Rabb memutuskan hubungan-Nya dengan kita. Inilah kita insan yang tak pandai bersyukur, selalu mengeluh, keinginan kita selalu ingin didahulukan dan dipenuhi namun saat semua itu telah diberikan kepada kita, kita melupakan Allah dan berpaling kepada selain-Nya, sungguh kita adalah sejelek-jelek makhluk karena kejamnya kelakuan kita ini.

Maka cintailah Rabb-mu sebelum engkau belajar mencinta orang lain, karena hanya cinta kepada-Nya lah yg abadi, yg akan membawa dirimu kesisi-Nya kelak, yg akan membawamu ke surga yg penuh dengan kekekalan yg abadi dalam cinta yg abadi pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar