Pernahkah anda memperhatikan dunia ini dari sebuah gambar yang diambil dari luar angkasa? Apa yang terbesit dalam benak anda jika melihat gambar tersebut?, apakah anda akan takjub ataukah mengabaikannya seperti gambar-gambar yang lainnya. atau adakah yang merasa betapa kecil dan lemahnya dia dibandingkan dengan yang lainnya. Akan tetapi dibalik kelemahan tersebut ternyata dia jugalah makhluk yang paling angkuh, makhluk yang paling sombong yang hidup di alam semesta ini kepada Sang Penciptanya, adakah yang merasa tersinggung dengan ini?!
Lihatlah ke gunung!
Gunung yang besar dan kokoh akan tetapi dia hancur jika Alquran diturunkan kepadanya.
Gunung yang kokoh dan kuat tetapi dia tetap tunduk kepada Rabbnya dan dia senantiasa memuji-Nya.
Namun lihatlah manusia!
Ternyata manusia memiliki Hati yang lebih keras daripada gunung, karena ayat Allah tak mampu meluluhkan hatinya.
Manusia yang sedikit memuji Allah bahkan dia sampai melupakan Rabb nya.
Lihatlah dunia!.
Dunia yang luas tempat kaki berpijak ini tak sanggup menerima amanah dari Allah, karena ketakutannya untuk tak bisa mengemban amanah tersebut.
Namun lihatlah manusia!
Karena keangkuhannya menjadikan dia berani menerima amanah Allah dan mereka pun melalaikannya.
Lihatlah bintang yamg jauh disana!
Adakah diantara bintang-bintang tersebut beredar tidak pada orbit yang diperintahkan Allah?!
Namun lihatlah manusia!
Berapa banyak manusia yang telah berpaling dari-Nya ketika Dia memerintahkan untuk mentaatinya!
Lihatlah langit!
Adakah yang pernah memperhatikan makhluk yang satu ini, makhluk tegak tanpa tiang, dan luas dan besar, akan tetapi pernahkah dia menyombongkan diri dengan bentuk ciptaanya tersebut?!.
Namun lihatlah manusia!
Betapa banyak manusia yang mengatakan bahwa dia mampu menyaingi Rabb-nya, dan dia pun berpaling dalam keadaan hina karena nerakalah tempat kembalinya.
Wahai yang masih memiliki jiwa yang suci, tak sadarkah kita betapa kecil dan lemahnya kita dibandingkan dengan makhluk Allah yang lain-Nya.
Tak sadarkah kita dari keangkuhan dan kesombongan kita, ketika Allah memberikan perintahnya kepada kita akan tetapi kita membangkang kepada-Nya.
Tak inginkah kita bangun dari kesombongan kita dan kembali kepadanya untuk memohon ampunannya karena dosa yang telah kita lakukan ini.
Ooh... Apakah karena keangkuhan kita ini yang menjadikan kita enggan untuk meminta ampunan kepada-Nya dan untuk mengakui kesalahan-kesalahan kita.
Apakah keangkuhan ini telah menutup mata hati kita, hingga menjadikannya tak mampu atau tak ingin mendengar lagi perintah Rabb yang menciptakan kita.
Tak adakah secercah cahaya ilahi masih bersinar di tengah-tengah gelapnya hati ini yang akan kita harapkan bisa memberikan harapan untuk bisa kembali kepada-Nya.
Wahai jiwa yang masih suci, segeralah kembali sebelum pintu-pintu tersebut tertutup rapat dan penyesalan yang abadi akan engkau rasakan, karena sungguh dia Maha Pemaaf lagi Maha Penyayang.